Jumat, Oktober 22, 2021

Jakarta (1527 2021)

fokusbanyumas.id, Sejarah – Jakarta adalah ibu kota dan kota terbesar Indonesia. Terletak di estuari Sungai Ciliwung, di bagian barat laut Jawa, daerah ini telah lama menopang pemukiman manusia. Bukti bersejarah dari Jakarta berasal dari abad ke-4 M, saat ia merupakan sebuah permukiman dan pelabuhan Hindu.

Kota ini telah diklaim secara berurutan oleh kerajaan bercorak India Tarumanegara, Kerajaan Sunda Hindu, Kesultanan Banten Muslim, dan oleh pemerintahan Belanda, Jepang, dan Indonesia. Hindia Belanda membangun daerah tersebut sebelum direbut oleh Kekaisaran Jepang semasa Perang Dunia II dan akhirnya menjadi merdeka sebagai bagian dari Indonesia.

Logo Ulang Tahun Jakarta kali ini memiliki tema “Jakarta Bangkit” yang melambangkan sebuah harapan kita bersama untuk bangkit melawan virus corona, menjadi kota berkelanjutan dan berketahanan.

Simbol pertama adalah angka 4/4 = 1. Yaitu melambangkan keberagaman masyarakat Jakarta yang harus bersatu.

Simbol kedua berbentuk identitas plus yang melambangkan Jakarta kota kolaborasi.

Simbol ketiga tulisan “Jakarta Bangkit” yang menjelaskan pesan utama sekaligus tema ulang tahun DKI Jakarta tahun ini.

Tema HUT DKI Jakarta kali ini melanjutkan tema dari tahun sebelumnya yang melambangkan ketangguhan, kolaborasi dan semangat yang tidak pernah padam. Sehingga Kota Jakarta dapat menjadi kota yang maju dan sejahtera.

SEJARAH JAKARTA

Masa Pra-Kolonial, Masa Kolonial, Kemerdekaan dan Indonesia Saat ini

Area yang terbilang paling tua di Jakarta adalah bagian utara pantai barat Jawa dimana sungai Ciliwung berada, mengaliri teluk-teluk di Jakarta.

Kota pelabuhan ini pada mulanya bernama Sunda Kelapa, namun pada 22 Juni 1527 Pangeran Fatahillah menghancurkan Sunda Kelapa dan sebagai gantinya mendirikan kota Jayakarta di area tersebut. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal berdirinya kota Jakarta.

Kota Jayakarta berkembang sebagai kota pelabuhan yang sibuk, dimana para pedagang dari Cina, India, Arab dan Eropa serta dari Negara-negara lainnya saling bertukar barang-barang/komoditi.

Tahun 1619, Pemerintahan Belanda (VOC) di bawah kepemimpinan Jan PieterszoonCoen menghancurkan Jayakarta dan dengan serta merta membangun kota baru yang terletak di bagian barat sungai Ciliwung, yang dia namakan Batavia, nama yang diambil dari Batavieren, nenek moyang bangsa Belanda.

Batavia direncanakan dan dibangun nyaris mirip dengan kota-kota di Belanda, yaitu dibangun dalam bentuk blok, masing-masih dipisahkan oleh kanal dan dilindungi oleh dinding sebagai benteng, dan parit. Batavia ini selesai dibangun pada 1650. Batavia tua adalah tempat tinggal bangsa Eropa, sementara bangsa Cina, Jawa dan penduduk asli lainnnya disingkirkan ke tempat lainnya.

Di masa-masa kejayaannya Batavia yang terkenal sebagai Permata dari timur, diduduki oleh VOC dan kemudain akhirnya diduduki pemerintah Belanda yang terbentang luas di kepulauan Hindia timur.

Kemudian pada masa penjajahan Jepang di tahun 1942, nama Batavia diganti menjadi Jakarta. (F12)*

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi kami disini