Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaRegionalBanyumasLarangan Mudik Lebaran 2021, Perbatasan Banyumas Dijaga Ketat

Larangan Mudik Lebaran 2021, Perbatasan Banyumas Dijaga Ketat

fokusbanyumas.id, Banyumas – Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 terus melakukan pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) terkait larangan mudik guna menekan penyebaran virus corona. Sebelumnya, larangan mudik telah diberlakukan pada 6-17 Mei 2021.

Pengetatan mobilitas tersebut tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Dalam addendum itu mengatur pengetatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021). Selain itu, addendum Satgas Covid-19 juga mengatur tentang perjalanan PPDN pada masa peniadaan mudik pada moda transportasi udara, laut, kereta api, transportasi umum darat, dan transportasi darat pribadi.

Sementara itu, sebagaimana bunyi SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021, larangan mudik Lebaran berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Menindaklanjuti addendum tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Wahyu Budi Saptono menjelaskan akan diberlakukan penjagaaan ketat di setiap perbatasan Banyumas.

Kabupaten Banyumas telah mengikuti seluruh prosedur dari pemerintah pusat. Hal ini ditunjukkan dengan penjagaan dan pengetatan prokes di setiap perbatasan secara acak. Setiap masyarakat yang akan memasuki Banyumas, wajib menunjukan surat keterangan sehat melalui test rapid antigen yang disediakan oleh petugas penjaga di setiap pos penjagaan, ungkap Wahyu, saat dihubungi via telepon, Jumat (23/4/2021).

Lebih lanjut, terang Wahyu, setiap jalan akses masuk ke Banyumas akan dijaga Satpol PP dan petugas Dinas Perhubungan. Menurutnya itu dalam rangka menekan angka lonjakan Covid-19 di Banyumas pada saat libur lebaran.

Berdasarkan hasil rapat bersama Forkompimda, ada peningkatan karena terjadi kerumunan atau keramaian beberapa waktu terakhir. Oleh karenanya, pemerintah dan masyarakat perlu waspada akan terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19, tandas Wahyu. (F16)

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi kami disini