Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaHumanioraEdukasi74 Tahun Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

74 Tahun Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

fokusbanyumas.id, Edukasi – Hari ini tepat 74 tahun yang lalu, kadet-kadet dari Sekolah Penerbang (Sekbang) Maguwo menyerang kedudukan militer Belanda di tiga kota di Jawa, sebagai serangan balas Agresi Militer Belanda I. Peristiwa ini diperingati sebagai Hari Bhakti Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU).

Bagi bangsa Indonesia, bulan Juli 1947 memiliki makna mendasar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Gagalnya perundingan Linggarjati antara Sekutu (Inggris), Belanda (NICA) dan Republik Indonesia, memicu terjadinya Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947, yang bertujuan menguasai kembali wilayah Indonesia dengan melaksanakan serangan serentak ke beberapa wilayah Republik Indonesia, baik di Jawa maupun Sumatera.

Peristiwa 29 Juli 1947 adalah peristiwa yang membanggakan dan sangat menyedihkan.

Membanggakan, karena dalam usianya yang relatif muda, TNI Angkatan Udara berhasil melaksanakan serangan balasan terhadap pertahanan Belanda di Ambarawa, Semarang, dan Salatiga, melalui operasi udara yang dikenal dengan Operasi Udara Pertama.

Menyedihkan, karena TNI Angkatan Udara telah kehilangan tokoh dan perintis yang sangat dibutuhkan saat itu, akibat reaksi Belanda atas dibombardirnya tangsi-tangsi Belanda di tiga daerah tersebut oleh TNI Angkatan Udara.

Untuk menghargai dan mengenang peristiwa tersebut, TNI AU menetapkan kedua peristiwa pagi dan sore tanggal 29 Juli 1947 sebagai Hari Bhakti TNI AU, yang diperingati secara terpusat di Pangkalan Udara Adisutjipto setiap tahunnya, dan juga dilakukan pada satuan masing-masing.

Selain itu, duka mendalam yang dialamai TNI AU memang sulit untuk dilupakan, apalagi bagi gugurnya personel yang merupakan tokoh dan perintis TNI AU, yang sumbangsih masih sangat dibutuhkan Negara dan TNI AU khususnya.

Oleh karena itu tempat jatuhnya pesawat VT-CLA yang menyebabkan gugurnya tiga tokoh dan perintis TNI AU Komodor Muda Udara A. Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh dan Opsir Muda Udara I Adisumarmo Wiryokusumo, yang terletak di Dusun Ngoto, Desa Tamanan, Kabupaten Bantul Yogyakarta ini, dibangun sebuah monumen dengan nama Monumen Perjuangan TNI AU.

Sejarah Hari Bhakti TNI AU dilatarbelakangi sikap Belanda yang mengingkari Perjanjian Linggarjati, sekaligus memutuskan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Pada tanggal 21 Juli 1946, Belanda melakukan serangan militer ke beberapa pangkalan udara TNI AU. Sebenarnya, sasaran utama Belanda adalah Pangkalan Udara Maguwo Yogyakarta, namun gagal karena cuaca yang tidak mendukung (buruk).

Belanda akhirnya mengalihkan penyerangan pada pangkalan lain seperti Pangkalan Udara Panasan Solo, Maospati Madiun, Bugis Malang, Pandanwangi, Lumajang, dan Gordan Banten. Serangan militer dari Belanda ini membuat marah TNI AU dan berujung pada serangan balasan.

Dikutip dari laman TNI AU, pada tanggal 29 Juli 1946 (dini hari menjelang subuh), dua buah pesawat TNI AU yaitu Churen dan Guntei melakukan serangan udara ke daerah pendudukan Belanda. Beberapa daerah pendudukan Belanda yang diserang yaitu Ambarawa, Salatiga, dan Semarang.

Penyerangan dilakukan oleh Kadet Penerbangan Sutardjo Sigit, Suharmoko Harbani, dan Mulyono dibantu tiga penembak jitu yang merangkap teknisi, yaitu Sutardjo, Kaput, dan Dulrachman.

Pada sore hari tanggal 29 Juli 1946, Belanda kmelakukan serangan balasan terhadap pesawat Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan dari Palang Merah Malaya menggunakan pesawat P-40 Kittyhawk. Aksi tersebut menyebabkan pesawat Dakota jatuh di Desa Ngoto (daerah selatan Yogyakarta).

Kejadian penyerangan menewaskan tiga pelopor TNI AU yaitu Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulracman Saleh, Komodor Muda Udara Adisucipto, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo. Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan latar belakang ditetapkannya Hari Peringatan Bhakti TNI AU dirayakan setiap tanggal 29 Juli.

Dalam rangka memperingati Hari Bhakti TNI Angkatan Udara Tahun 2021, TNI AU yang diwakili Panglima Komando Operasi Angkatan Udara (Pangkoopsau) II, Marsda TNI Minggit Tribowo memberikan perhatian dan terima kasih dalam bentuk tali asih kepada 239 purnawiraman TNI AU Makassar yang tergabung dalam Organisasi PPAU Cabang 50. (F12)*

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi kami disini