Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaHumanioraEdukasi18 Juli 1961 - Ikatan Pelajar Muhammadiyah Didirikan

18 Juli 1961 – Ikatan Pelajar Muhammadiyah Didirikan

fokusbanyumas.id, Edukasi – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang merupakan gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dikalangan remaja, berakidah Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah.

IPM berasaskan Pancasila dan memilki maksud dan tujuan sebagai organisasi remaja untuk terbentuknya Pelajar Muslim yang berilmu, berakhlaq mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, sehingga terwujud masyarakat utama adil dan makmur yang diridhai Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Dikutip dari laman wikipedia, latar belakang berdirinya IPM tidak terlepas dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah. Didirikannya IPM diperlukan Muhammadiyah untuk mendukung misi Muhammadiyah di tengah situasi dan kondisi politik Indonesia masa Orde Lama yang sedemikian berat dan sulit.

Foto KH. Ahmad Dahlan beserta Pengurus Besar Muhammadiyah di awal-awal berdirinya Muhammadiyah. Sumber: kemuhammadiyahan.com

Rintisan pendirian organisasi pelajar Muhammadiyah sebenarnya telah ada sejak tahun 1919, tetapi pada Konferensi Pemuda Muhammadiyah tahun 1958 di Garut ditetapkan bahwa organisasi Pelajar Muhammadiyah berada dalam pengawasan Pemuda Muhammadiyah.

Berdirinya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tidak lepas dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar maruf nahi munkar sekaligus sebagai konsekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader.

Selain itu, situasi dan kondisi politik di Indonesia tahun 60-an yaitu pada masa berjayanya orde lama dan PKI, Muhammadiyah mendapat tantangan yang sangat berat untuk menegakkan dan menjalankan misinya. Oleh karena itu, IPM terpanggil untuk mendukung misi Muhammadiyah serta menjadi pelopor, pelangsung dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

Masjid Gedhe Kauman tempo dulu (Dok SM)

Dengan demikian, kelahiran IPM mempunyai dua nilai strategis. Pertama, IPM sebagai aksentuator gerakan dakwah amar maruf nahi mungkar di kalangan pelajar. Kedua, IPM sebagai lembaga kaderisasi Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiyah pada masa mendatang.

Keinginan dan upaya para pelajar untuk membentuk organisasi pelajar Muhammadiyah sebenarnya telah dirintis sejak tahun 1919. Akan tetapi selalu ada halangan dan rintangan dari berbagai pihak, sehingga baru mendapatkan titik terang ketika Konferensi Pemuda Muhammadiyah (PM) pada tahun 1958 di Garut.

Organisasi pelajar Muhammadiyah akan ditempatkan di bawah pengawasan PM. Keputusan konferensi tersebut diperkuat pada Muktamar PM II yang berlangsung pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta, yakni dengan memutuskan untuk membentuk IPM (Keputusan II/ nomor 4).

Mesjid Gedhe Kauman. Foto: istimewa

Setelah ada kesepakatan antara Pimpinan Pusat (PP) PM dan Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran pada tanggal 15 Juni 1961, ditandatanganilah peraturan bersama tentang organisasi IPM. Pendirian IPM tersebut dimatangkan secara nasional pada Konferensi PM di Surakarta tanggal 18-20 Juli 1961.

Sehingga pada tanggal 5 Shafar 1381 H bertepatan dengan tanggal 18 Juli 1961 M ditetapkan sebagai hari kelahiran IPM dengan Ketua Umum Herman Helmi Farid Maruf dan Sekretaris Umum Muh. Wirsyam Hasan. Akhirnya, IPM menjadi salah satu organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah dan kaderisasi di kalangan pelajar Muhammadiyah.

IPM merupakan organisasi dengan basis massa yang sangat jelas, yaitu pelajar dan terutama siswa sekolah Muhammadiyah. Dengan demikian, IPM tersebar di seluruh Indonesia pada 34 provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota. Karenanya, IPM menjadi organisasi pelajar terbesar se-Indonesia. Diperkirakan IPM memiliki basis massa sebanyak 7 juta pelajar[4] meskipun klaim ini perlu dibuktikan lebih jauh lagi.

Muktamar IPM pertama setelah perubahan dari IRM dilaksanakan pada tanggal 2-7 Juni 2010 di Bantul, DI. Yogyakarta. (sumber: ipm.or.id)

Dengan sepak terjang IPM, beberapa penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional berhasil didapatkan oleh IPM[5] dan mempertegas posisi IPM sebagai organisasi pelajar terbesar di Indonesia. Penghargaan tersebut antara lain:

  • Penghargaan Pemuda Indonesia Sociopreneur (2015)
  • Organisasi Kepemudaan Terbaik Nasional (2006, 2011, 2013, 2015, 2016)
  • ASEAN Ten Accomplished Youth Organisation (2011, 2014)

Logo Ikatan Pelajar Muhammadiyah Resmi. Sumber: https://ipm.or.id/logo-ipm/

Makna Lambang / Logo IPM

Lambang Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagaimana tersebut dalam Anggaran Dasar adalah sebagai berikut :

  1. Bentuk segi lima perisai, runcing dibawah merupakan deformasi bentuk pena.
  2. Warna kuning berarti keilmuan; putih berarti kesucian; merah berarti keberanian; hijau berarti kerahmatan; dan hitam berarti ketauhidan.
  3. Gambar matahari yang berwarna kuning menunjukan bahwa IPM adalah kader Muhammadiyah.
  4. Di tengah bulatan matahari terdapat gambar kitab Al-Quran yang berarti sumber pengetahuan.
  5. Di bawah bulatan matahari terdapat tulisan ayat Al-Quran, surat Al-Qalam ayat 1 yang berbunyi Nuun Walqalami Wamaa Yasthuruun (dalam tulisan Arab). Artinya : Nuun, Demi pena dan apa yang dituliskannya.
  6. Tulisan Al-Quran tersebut ditulis dengan menggunakan huruf Arab, warna hitam dan merupakan semboyan IPM. Huruf IPM berwarna merah dengan kontur hitam. Merah berarti berani serta aktif menyampaikan dakwah Islam karena IPM mengemban tugas sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah. (F12)*

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi kami disini