Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaHumanioraBiografiAmelia Earhart, Pionir Dunia Penerbangan

Amelia Earhart, Pionir Dunia Penerbangan

fokusbanyumas.id, Biografi Amelia Mary Earhart (24 Juli 1897 hilang 2 Juli 1937, dinyatakan tewas 5 Januari 1939), anak perempuan dari Edwin dan Amy Earhart, adalah seorang pelopor penerbangan, penulis, dan pejuang hak wanita Amerika Serikat.

Amelia Earhart berjalan bersama Presiden Hoover di Gedung Putih pada tanggal 2 Januari 1932. (Wikipedia)

Earhart adalah wanita pertama yang menerima Distinguished Flying Cross. Ia mendapat penghargaan itu karena ia adalah wanita pertama yang terbang sendiri menyeberangi samudra Atlantik.

Ia juga membuat banyak rekor lainnya, menulis buku yang terjual paling banyak tentang pengalaman terbangnya, dan memiliki peran penting dalam pendirian Ninety-Nine, organisasi pilot wanita.

Earhart hilang secara misterius di samudra Pasifik di dekat pulau Howland dalam usaha untuk melakukan penerbangan keliling dunia tahun 1937.

Ketertarikan mengenai hidup, karier, dan misteri hilangnya Earhart masih tetap berlanjut sampai sekarang.

Berikut biografi dari pelopor dunia penerbangan Negeri “Paman Sam” Amelia Earhart dilansir dari berbagai sumber:

Masa Kecil

Amelia Earhart saat masih kecil. (Wikipedia)

Earhart dilahirkan di Atchison, Kansas, pada 24 Juli 1897 dari pasangan Samuel “Edwin” Stanton Earhart dan Amelia “Amy” Otis. Sejak kecil, dia sudah menentang segala tradisi yang seharusnya dilakukan oleh seorang perempuan.

Bersama kakaknya Grace Muriel Earhart, mereka melakukan hal yang dilakoni pria. Antara lain mereka memanjat pohon, kemudian berburu tikus menggunakan senapan, hingga berseluncur dengan perut menuruni bukit.

Kemudian beranjak besar, dia semakin menentang peran gender tradisional perempuan dengan memilih bermain basket atau mempelajari mekanika. Bersama Grace, Earhart memperoleh pendidikan homeschooling di rumah kakek mereka, Alfred Gideon Otis, di Atchison.

Ketika Earhart dan kakaknya berkumpul bersama orangtua mereka di Des Moines, dia masuk ke sekolah umum pada usia 12 tahun.

Dia lalu masuk SMA Chicago Hyde Park dan lulus pada 1916 setelah menjalani pendidikan yang dianggapnya tidak bahagia. Dia lalu memasuki kuliah di Ogontz School di Rydal, Pennsylvania. Namun, Earhart tidak berhasil menyelesaikan studinya.

Perang Dunia I dan Wabah Flu Spanyol

Amelia Earhart tahun 1930an. (Wikipedia)

Saat masa liburan Natal 1917, Earhart mengunjungi kakaknya yang tinggal di Toronto, Kanada. Ketika itu, Perang Dunia I tengah berkecamuk.

Dia melihat banyak tentara yang pulang dalam keadaan terluka. Dia kemudian menyelesaikan pelatihan perawat paraprofesional Palang Merah.

Setelah selesai, dia ditempatkan di Detasemen Relawan Bantuan Rumah Sakit Militer Spadina dengan tugas menyiapkan makanan hingga mengatur resep obat.

Saat wabah Flu Spanyol menjalar ke Toronto pada 1918, Earhart menjadi pasien di tempatnya bekerja karena menderita pneumonia dan sinusitis. Dia dirawat pada November 1918, dan diperbolehkan keluar di Desember.

Selama masa itu, dia sempat menjalani operasi kecil mengatasi sinusnya. Namun, prosedur tersebut tidak berhasil. Earhart mengalami sakit kepala hebat yang membuatnya harus pindah ke Northampton, Massachusetts.

Dia menghabiskan waktu di rumah kakaknya itu selain memulihkan diri, juga bermain banjo, membaca puisi, dan memperdalam mekanika.

Pengalaman Terbang Awal

LR: “Neta” Snook dengan Amelia Earhart berdiri di sebelah pesawat Kinner Airster milik Earhart tahun 1921. (Wikipedia)

Ketika masih menjadi perawat di Spadina, Earhart dan teman-temannya menyaksikan pertunjukan terbang pesawat Perang Dunia I di Toronto. Setelah itu, Earhart menghabiskan waktunya dengan mengamati para pilot di Korps Penerbang Kerajaan berlatih di lapangan terbang setempat.

Earhart kembali ke AS, kemudian masuk Columbia University di New York sebagai mahasiswa jurusan pra-kedokteran.

Pengalaman terbang pertamanya terjadi pada Desember 1920 di California bersama pilot terkenal Perang Dunia I Frank Hawks. Januari 1921, dia mengambil kursus menerbang bersama instruktur terbang perempuan Neta Snook.

Untuk membayar biaya les, dia bekerja sebagai juru tulis di Perusahaan Telepon Los Angeles. Dari hasil bekerja di tahun yang sama, dia membeli pesawat Kinner Airster bekas berwarna kuning yang diberi nama The Canary.

Pada Desember 1921, Earhart lolos tes menerbang dan memperoleh sertifikat Asosiasi Aeronautika. Dia berpartisipasi dalam ekshibisi perdana di Sierra Airdrome di Pasadena.

Terbang Solo Melintasi Atlantik

Pagi hari di 20 Mei 1932, Earhart yang berusia 34 tahun berangkat dari Harbour Grace, Newfoundland, menggunakan pesawat Lockheed Vega 5B.

Awalnya menuju Paris, Perancis, Earhart menempuh 14 jam 56 menit untuk melintasi Atlantik tanpa berhenti sedikit pun. Dia kemudian mendarat di Culmore, sebelah utara Derry, Irlandia Utara, disaksikan warga lokal Cecil King dan T Sawyer.

Dia menjadi perempuan pertama yang melintasi Atlantik, dan orang kedua yang melakukannya setelah Charles Lindbergh lima tahun sebelumnya.

Karena aksinya, Kongres AS memberikan penghargaan Distinguished Flying Cross.

Amelia Mary Earhart tahun 1935 (Wikipedia)

Dia juga menerima Legiun Kehormatan dari Perancis, dan Masyarakat National Geographic.

Dia melanjutkan rekor lainnya sebagai wanita pertama yang terbang melintasi AS. Terbang dari Los Angeles, dia mendarat di Newark, New Jersey, 19 jam kemudian.

Dia juga merupakan pilot perempuan pertama yang terbang seorang diri dari Hawaii menuju ke daratan utama Negeri “Paman Sam” pada 11 Januari 1935.

 

Percobaan Pertama Terbang Mengelilingi Dunia

Awal 1936, Earhart mulai menyiapkan ambisinya menjadi pilot yang terbang mengelilingi dunia. Rutenya lebih panjang, sekitar 47.000 kilometer, karena mengikuti rute khatulistiwa.

Mendapat dukungan dana dari Universitas Purdue, dia membangun pesawat Lockheed Electra 10E sesuai dengan spesifikasi dan kenyamanannya.

17 Maret 1937, Earhart dan navigatornya, Fred Noonan, serta dua krunya Harry Manning dan Mantz berangkat dari Oakland menuju Honolulu.

Karena masalah lubrikasi dan baling-baling, pesawat itu menjalani pemeriksaan dan perbaikan di Pangkalan Luke Pearl Harbor.

Pesawat itu selesai diperbaiki tiga hari berselang. Namun, saat hendak lepas landas, mereka mengalami ground loop atau jatuh.

Karena mendapat kerusakan yang parah, pesawat Electra 10E terpaksa dibawa kembali ke markas Lockheed menggunakan kapal untuk diperbaiki.

Percobaan Mengelilingi Dunia Kedua dan Menghilang

Earhart kembali mencoba terbang keliling dunia dengan persiapan dan rute yang direncanakan secara matang dari barat ke timur.

Percobaan kedua dimulai dengan penerbangan secara rahasia dari Oakland menuju Miami ketika di sana, Earhart mengumumkan niatnya untuk mencoba menaklukan dunia penerbangan.

Di penerbangan kedua ini, Earhart hanya ditemani Noonan. Mereka terbang dari Miami pada 1 Juni 1937. Mereka beberapa kali berhenti di Amerika Selatan, Afrika, kawasan selatan India, dan Asia Tenggara sebelum mendarat di Lae, Papua Niugini, di 29 Juni 1937. Saat itu, Earhart dan Noonan telah menempuh jarak 22.000 mil atau 35.000 kilometer.

Mereka tinggal melakoni jarak 11.000 kilometer untuk mencapai Pasifik. Pada 2 Juli 1937, Earhart dan Noonan berangkat dari Lae menuju pulau kecil Howland sebagai pit stop mereka berikutnya.

Namun, rute menuju Howlanda adalah kali terakhir keduanya melakukan kontak dengan kapal layar Itasca milik Penjaga Pantai AS. Mereka menghilang di tengah perjalanan.

Presiden Franklin D Roosevelt memerintahkan pencarian besar-besaran selama dua pekan. Namun, keduanya tidak ditemukan.

Pada 19 Juli 1937, Earhart dan Noonan dinyatakan menghilang di tengah laut.

Berbagai Teori

Lokasi serpihan bangkai pesawat yang diyakini milik Amelia Earhart 75 tahun lalu terkuak ( MSN.com)

Menurut teori, pesawat Electra E10 Earhart diduga kehabisan bahan bakar dan jatuh di tengah laut ketika berusaha mencapai Howland.

Adapun yang lain berpendapat bahwa mereka jatuh di Pulau Gardner, kini menjadi Nikumaroro, yang terletak di Republik Kiribati, yang saat itu belum dihuni manusia.

Grup Internasional Penyelamatan Pesawat (TIGHAR) yakin, Earhart dan Noonan selamat dalam kecelakaan tersebut, dan tinggal di sana hingga mereka meninggal.

Sejak 1988, TIGHAR melakukan beberapa ekspedisi untuk mendapatkan bukti yang bakal memperkut hipotesis tersebut.

Mereka menemukan beberapa artefak antara lain Plexiglas yang dipercaya merupakan kaca dari pesawat Lockheed Electra.

Kemudian kotak kosmetik perempuan dari 1930, kotak peralatan, dan tulang yang kuat kemungkinan merupakan jari dari manusia. (F12)*

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi kami disini