Sabtu, Juni 26, 2021
BerandaHumanioraSastraPakai Masker Harga Mati

Pakai Masker Harga Mati

Puisi Edi Maryono

Pakai Masker Harga Mati

Jangan ingkar
Apalagi gegabah
Covid -19 terus menggurita
Menngigit siapa saja yang berjumpa

Pakai masker harga mati
Tidak pakai masker bisa mati

Ini bukan berlebihan
Apalagi ketakutan
Ini peringatan …!
Jangan jadi pembangkang

Korban sudah banyak berjatuhan
Mari kita bergandeng tangan
PPKM mikro kita lakukan
Jangan keluar rumah jika tak ada kepentingan

Berdo’a sambil berusaha
Agar corona segera menghilang
Tuhan tak akan membiarkan umatnya menderita

Purwokerto, Jum’at 25 Juni 2021

*

Pandang Kedepan Dengan Senyuman

Dalam hidup ada warna warni kehidupan
Jadikan keindahan yang penuh kasih sayang
Mereguk kedamaian tiada menyakitkan
Menggapai mimpi dan asa

Fokus pada tujuan
Jangan melihat kesegala arah
Kecuali kedepan

Pandang kedepan dengan senyuman
Tak sedikit tantangan yang mesti ditaklukan
Ujian silih berganti
Banyak soal penuh teka teki

Ada rintangan yang harus disingkirkan
Menapaki kerikil kerikil tajam berserakan
Tangan jangan menggenggam
Ayunkan langkah tanpa mengeluh

Kepantai air mengalir
Menyatu dengan laut dan gelombang
Banyak manfaat untuk kehidupan

*

Daun Sudah Menguning

Dibatas senja matahari mulai tenggelam
Seharian menghangat dan memanggang bumi
Memberi imun energi
Agar kehidupan terus berjalan walaupun hidup ada batasan

Daun sudah menguning
Ayar ayat kematian sudah terpampang
Menunggu perintahNya
Tangan Isroil bakal memetiknya

Merenung dalam ketakutan
Merasa hidup dalam kesombongan
Egois dan borjuis
Mengjisap darah saudara sendiri

Sadar usia sudah renta
Bernafas dalam lumpur dosa
Meraba kebimbangan
Akankah Tuhan memaafkan ?

Daun sudah menguning
Tak lama akan terjatuh
Sedang tanah tiada pernah mengeluh

Purwokerto Kidul, Jum’at 25 Juni 2021

**

Edi Maryono, M.M.

Penyair lahir di Purwokerto Kidul, 6 Desember 1958.

Puisi puisi dan Geguritan geguritannya dimuat diberbagai media surat kabar dan majalah seperti : Swadesi, Bahari, Flamboyan, Satelit Pos, MOP, Penyebar Semangat, ANCAS, Suara Nahdiyin dan lain lain.

Buku yang telah terbit yaitu : Lumbung Geguritan Sega Indonesia 2019. Antologi Puisi Bunga Bunga Rindu 2020.  Duka Ditelan Senja 2020.

Selain mencintai dunia tulis, juga mencintai dunia seni.

Pernah menjadi Ketua II PEPADI Banyumas (2008 – 2011).

Kiprahnya tak hanya didunia seni dan budaya, juga terjun kedunia politik dan Ormas.Diantaranya pernah menjadi Sekjen LSM Kamandaka Purwokerto, Ketua PAC PKB Purwokerto Selatan (1995 – 2019) dan Sekretaris II DPC PKB Banyumas (2013).

Penyair, seniman  dan politisi ini, saat ini tinggal di Jalan Pejagalan No.418. RT.03-RW.IV Purwokerto Kidul, Banyumas,  Jawa Tengah.

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!