fokusbanyumas.id, Edukasi – Masyarakat Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan pada malam 19 November nanti.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, tahun ini, ada dua fenomena gerhana Bulan. Yakni, gerhana Bulan total pada 26 Mei lalu dan gerhana Bulan sebagian di 19 November nanti.
“Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan,” sebut BMKG, dikutip dari laman resmi BMKG, Selasa (16/11/2021).
Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan bisa diprediksi sebelumnya.
“Gerhana Bulan sebagian terjadi saat sebagian piringan Bulan masuk ke umbra (bayangan utama) Bumi,” jelas BMKG.
Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna gelap sedikit kemerahan di bagian yang terkena umbra Bumi.
Berikut ini fase Gerhana Bulan sebagian pada 19 November nanti:
Gerhana mulai (P1) pukul 13.00.22 WIB
Gerhana sebagian mulai (U1) pukul 14.18.25 WIB
Puncak gerhana (Puncak) pukul 16.02.56 WIB
Gerhana sebagian berakhir (U4) pukul 17.47.26 WIB
Gerhana berakhir (P4) pukul 19.05.29 WIB
Menurut BMKG, durasi gerhana dari fase gerhana mulai (P1) hingga gerhana berakhir (P4) adalah 6 jam 5 menit 7 detik.
“Adapun durasi parsialitas, yaitu lama waktu dari fase gerhana sebagian mulai (U1) hingga gerhana sebagian berakhir (U4) terjadi selama 3 jam 29 menit 1 detik,” kata BMKG. (F13)*
