Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaRegionalBanyumasDPRD Banyumas: Aparat Harus Sigap Tertibkan Gudang Gula Ilegal!

DPRD Banyumas: Aparat Harus Sigap Tertibkan Gudang Gula Ilegal!

fokusbanyumas.id, Banyumas – Baru-baru ini Polresta Banyumas berhasil mengamankan 65 ton gula rafinasi ilegal. Imbasnya, ada kekhawatiran di masyarakat akan produk gula ilegal yang sudah dipasarkan, serta adanya gudang gula ilegal lain yang belum diketahui pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Banyumas, Mustofa, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (22/4/2021).

Ia menjelaskan, adanya prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah menjadi acuan agar setiap produk terjamin mutu atau kualitasnya. Baik kualitas rasa maupun kesehatan. Sebab, pembuatan sebuah produk harus diimbangi dengan standar mutu yang jelas, terutama standar kesehatan.

“Untuk itu, bahan baku pembuatan gula pun harus jelas dari apa dan dari mana. Harus yang menyehatkan,” ungkapnya.

Ia juga mendorong  pemerintah melalui aparaturnya selalu sigap dalam menghadapi persoalan ini. Harus ada penyelidikan secara masif yang dilakukan aparat daerah agar gudang gula ilegal tidak lagi dapat beroperasi.

Berita terkait:

– Gudang Gula Ilegal di Banyumas Digerebek Satgas Kresna III Polda Jateng

– Sita 65 Ton Gula Rafinasi di Banyumas, Polisi Masih Buru Gudang Ilegal Lainnya

– Gudang Gula Ilegal di Banyumas, Dinperindag: “Jangan Main-Main!”

Gula Rafinasi Campuran Molase Hanya Untuk Kebutuhan Industri

Pasalnya, pembuatan sebuah bidang usaha memiliki prosedur yang kompleks. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau bagi para pengusaha agar mendirikan bidang usaha sesuai dengan prosedur Pemerintah Daerah.

“Sebenarnya, kita membutuhkan banyak produk gula dalam negeri, agar kita tidak selalu impor gula. Namun, para pelaku usaha pemilik gudang gula ilegal tidak melakukan prosedur produk atau administrasi secara baik, hal ini yang perlu diawasi oleh pihak aparat,” kata Mustofa.

Ia menambahkan, meskipun adanya gudang gula membawa angin segar bagi masyarakat agar tak terjadi impor, namun tak lantas hal tersebut tidak mengikuti standar pendirian oleh pemerintah. Sebab, apapun pembuatan usaha syaratnya adalah transparan dan formal.

“Yang terpenting saat syarat dan prasyaratnya sudah terpenuhi izin akan dikeluarkan. Karena prosesnya mudah dan tidak bertele-tele,” pungkasnya. (F16)

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi kami disini