Senin, November 15, 2021
BerandaRegionalBanyumasBegini Cara MTs PAKIS Cilongok Sikapi Tantangan di Era Disrupsi

Begini Cara MTs PAKIS Cilongok Sikapi Tantangan di Era Disrupsi

fokusbanyumas.id, Banyumas – Bicara pendidikan memang begitu kompleks, baik dari sudut pandang para praktisi, akademisi atau pun dilihat dari latar belakang tenaga pendidiknya.Kepala MTs PAK8S Kecamatan Cilongok , Isrodin kepada RRI Sabtu (13/11/21) mengatakan, saat ini kekomplekan bidang pendidikan juga dipengaruhi, cara pandang masyarakat  yang memang sudah berhimpitan langsung dengan perkembangan tekhnologi yang terus berkembang pesat.

“Zaman boleh berubah tapi nilai luhur dan kearifan lokal “pendidikan” harus terus ada dan dikuatkan sebagai pondasi pembangunan pendidikan berkelanjutan.” tuturnya.

Isrodin  juga mempertanyajan bagaimana mensikapi era disrupsi dan digitalisasi? Terlebih dirinya bersama para pendidik dengan serba keterbatasan fasilitas di pegunungan juga dituntut  tetap mengikuti perubahan perkembangan pendidikan saat ini.

“Tentu tak bisa ditawar, artinya tinggal bagaimana para pembuat kebijakan, para praktisi, akademisi, guru termasuk kami mampu meramu racikan pendidikan yang bisa disesuaikan dengan kearifan lokal dimana proses pendidikan dan pengajaran itu diselenggarakan, dan tentunya dengan tidak mengindahkan dari tujuan utama pendidikan itu sendiri.” papar Isrodin.

MTs PAKIS, salah satu pendidikan setingkat SMP yang secara aviliasi menginduk ke MTs Ma’arif NU 2 Cilongok merupakan sekolah yang masih tetap mempertahankan bahkan berupaya menguatkan sistem pendidikannya dengan tidak meninggalkan akar rumput (latar belakang) peserta didik dan lingkungan tempat tinggalnya.

“Artinya, kurikulum pendidikannya lebih menitikberatkan tentang kearifan lokal sebagai basis praktek pembelajaran langsung, contohnya; anak-anak belajar tentang pertanian, peternakan, konservasi, kehutanan (kearifan lokal) dan tak ketinggalan juga mereka mempelajari ilmu-ilmu tekhnologi dengan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar dan membelajarkan.” tambahnya.

Adapun value dari pendidikan di era Disrupsi sekarang ini kata Isrodin juga  dipertanyakan apa yang didapat?. Pendidikan harus tetap dijaga dan jangan sampai kehilangan ruh dari pendidikan itu sendiri. Ketika ditanya bagaimana cara menerapkannya, Isrodin menyebut yang dilakukan di MTs PAKIS pendidikan dimulai dari 5 tahapan.

“Tahapan  pertama, menggali perasaan peserta didik, menggugah minat dan niat belajar harus dibekali dengan perasaan yang menyenangkan tanpa harus ditekan dan menjadi beban.Yang kedua, tahapan menggali pikiran peserta didik, disini tugas pendidik atau relawan belajar berupaya mengajak berpikir tentang apa yang senang yang akan dipelajari, tentunya dengan mengajak mereka untuk terus berpikir dan belajar bagaimana mempersiapkan konsep belajar.” terangnya.

Sementara , tahapan ketiga disebutkan menggali tindakan peserta didik, hal ini dilakukan pada tahap ke tiga, karena konsep yang sudah disiapkan jangan sampai kemudian pada tindakannya keluar dari apa yang sudah direncanakan (misskonsepsi).

“Tahapan  keempat memfasilitasi Kebiasaan peserta didik, tahapan ini mulai cukup berat dan harus berupaya keras bagaimana konsep dan tindakan ini harus diciptakan menjadi kebiasaan dan harus diawali dengan memberikan contoh atau teladan yang baik.” pungkasnya.

Pada akhirnya , goalnya,  katanya bagaimana pendidikan mampu  berkolaborasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang bisa saling memanusiakan satu sama lain (being humaniz) dengan tidak melupakan akar rumput (kearifan lokal) sebagai kekuatan dan sekaligus membentengi generasi mendatang dengan karakter-karakter yang baik. | Humas Polda Jateng | (F12)*

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi kami disini