Minggu, Juni 27, 2021
BerandaHumanioraSejarahPeristiwa Penting dan Bersejarah 26 Juni

Peristiwa Penting dan Bersejarah 26 Juni

fokusbanyumas.id, Sejarah – Beragam peristiwa penting dan bersejarah yang patut dikenang terjadi di berbagai belahan dunia dari tahun ke tahun.

Piagam PBB adalah konstitusi PBB yang ditandatangani di San Francisco, Amerika Serikat pada 26 Juni1945 oleh kelima puluh anggota asli PBB. Piagam ini mulai berlaku pada 24 Oktober 1945 setelah diratifikasi oleh lima anggota pendirinya Republik Tiongkok, Prancis, Uni Soviet, Britania Raya, Amerika Serikat dan mayoritas penanda tangan lainnya.

Banyak peristiwa besar terjadi tanggal 26 Juni pada puluhan tahun silam hingga ratusan tahun lalu. Apa saja peristiwa penting itu? Berikut fokusbanyumas merangkum peristiwa penting dan bersejarah diambil dari berbagai sumber.

1522 – Pasukan Kekaisaran Ottoman memulai Pengepungan Pulau Rhodes untuk kali kedua. Pengepungan itu dilakukan demi merebut Pulau Rhodes dari tangan Ksatria Rhodes. Pengepungan itu berlangsung hingga 22 Desember di tahun yang sama dengan kemenangan pasukan Kekasaran Ottoman.

1819 – Sepeda dipatenkan.

1944 – Pertempuran Osuchy yang melibatkan pasukan Jerman dan pasukan pemberontak Polandia di Solska Wilderness, dekat Osuchy, Polandia berakhir dengan kemenangan Jerman. Pertempuran tersebut adalah pertempuran terbesar antara pasukan Jerman dan pasukan pemberontak Polandia.

1945Piagam PBB ditandatangani di San Francisco, Amerika Serikat (AS) oleh 50 negara anggota PBB. Piagam tersebut adalah adalah perjanjian dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebagai piagam, ini adalah perjanjian konstituen dan semua anggota terikat oleh isi piagam tersebut. Piagam PBB mulai berlaku pada 24 Oktober 1945.

1968 – Paolo Maldini lahir di Milan, Italia. Ia lantas dikenal sebagai legenda sepak bola di Italia. Selama kariernya, ia hanya membela satu klub, yakni AC Milan.

1977 – Penyanyi rock n roll asal Amerika Serikat (AS), Elvis Presley, tampil untuk kali terakhir dalam sebuah konser di Market Square Arena di Indianapolis, Indiana, AS. Selang beberapa pekan, tepatnya pada 16 Agustus 1977, Elvis ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Graceland, Memphis, Tennessee, AS akibat serangan jantung. Saat itu, ia berusia 42 tahun.

Baca juga:
Peristiwa Penting dan Bersejarah 25 Juni
Peristiwa Penting dan Bersejarah 24 Juni
Peristiwa Penting dan Bersejarah 23 Juni

1991 – Menyusul deklarasi kemerdekaan Slovenia dua hari sebelumnya, Tentara Rakyat Yugoslavia memulai perang demi mengembalikan Slovenia menjadi bagian dari Yugoslavia. Perang itu berlangsung selama 10 sehari sehingga disebut dengan Perang 10 Hari. Perang tersebut dimenangi pihak Slovenia. Perjanjian damai antara Yugoslavia ditandatangani pada 7 Juni.

1993 – Ariana Grande-Butera lahir di Boca Raton, Florida, Amerika Serikat (AS). Kini, ia dikenal sebagai seorang penyanyi dan aktris ternama di AS. Ariana Grande memulai kariernya sebagai aktris sejak 2009, sedangkan kariernya sebagai penyanyi ia mulai sejak 2011.

2001 – Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia John Howard di Canberra, Australia. Pertemuan itu bertujuan untuk memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.

2007 – Tiongkok mengumumkan telah menyelesaikan pembangunan jembatan laut terpanjang di dunia. Jembatan itu terbentang 22,5 mil melintasi Teluk Hangzhou di Laut Tiongkok Timur. Jembatan tersebut dibuka pada 2008 setelah pembangunan jalan di sekitarnya selesai.

2008 – Mahkamah Agung AS memutuskan 5-4 bahwa Konstitusi melindungi hak individu untuk membawa senjata untuk penggunaan pribadi, tetapi mengatakan putusan itu tidak melakukan apa pun untuk mengubah larangan kepemilikan senjata oleh penjahat atau orang yang sakit mental, atau membawa senjata ke area “sensitif” seperti sekolah atau gedung pemerintah.

2015 – Mahkamah Agung AS memutuskan 5-4 bahwa negara bagian secara konstitusional diwajibkan untuk mengeluarkan izin pernikahan kepada pasangan sesama jenis, yang melegalkan pernikahan gay secara nasional.

2018 – Mahkamah Agung menguatkan apa yang disebut ” larangan bepergian ” Presiden Donald Trump terhadap migran dan pengungsi dari sebagian besar negara mayoritas Muslim setelah lebih dari satu tahun protes terhadap perintah eksekutif. (F12)

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!