fokusbanyumas.id, Trend Kuliner – Kuliner tak hanya sebagai kebutuhan pokok saja, kuliner juga dapat menjadi gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, kuliner juga menjadi salah satu tujuan utama yang selalu diincar oleh wisatawan yang datang berkunjung.
Street food menjadi salah satu alternatif untuk mencari aneka jenis makanan dan minuman, bahkan menjadi tempat nongkrong untuk semua kalangan, dikarenakan street food dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan harga terjangkau, tanpa mengorbankan kualitas dan cita rasa.
Sesuai namanya, street food adalah makanan yang dijual di pinggir jalan. Pilihan makanan yang tersedia biasanya berupa makanan tradisional dengan harga yang bersahabat.
Ditelusuri lebih jauh, street food sebetulnya tak sekadar jajanan pinggir jalan atau berupa makanan tradisional. Street Food juga dapat berupa kuliner unik dan popular. Contoh street food yang popular pada masanya yaitu donat indomie, es kepal milo, es permen karet, alpukat kocok, telur gulung dan masih banyak street food yang dapat menaikan mood kamu saat sedang bad mood!
Tahukah kamu kalau Banyumas memiliki beragam street food yang wajib banget kamu cobain?. Pastinya soal rasa boleh diadu dengan street food kota lain!.
Buat kamu si doyan jajan, ini nih street food yang wajib banget kamu coba saat berkunjung ke Banyumas.
- Tahu Walik


Cemilan yang wajib kamu coba saat bermain ke Banyumas adalah Tahu Walik. Anda akan mendapatkannya dengan mudah, baik di warung pinggiran jalan ataupun di angkringan. Dinamakan walik yang berarti terbalik, karena cara membuat tahu walik ini memang dengan cara dibalik.
- Soto Sokaraja


Soto sokaraja merupakan sajian menu soto khas Banyumas dengan kuah yang gurih. Keunikan dari soto khas Banyumas ini adalah sambal kacang yang disajikan sebagai pelengkap, juga dilengkapi dengan remahan kerupuk kanji. Isian dari soto juga beraneka pilihan, mulai dari irisan daging ayam, sapi, ati ampela, juga suun.
- Mendoan


Mendoan adalah makanan sejenis gorengan yang berasal dari wilayah Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah. Kata “mendoan” dianggap berasal dari Bahasa Banyumasan, yaitu mendo yang berarti setengah matang atau lembek. Mendoan dimasak dengan minyak panas yang banyak dengan kurun waktu yang singkat sehingga masakan tidak benar-benar matang, sehingga tidak bertekstur kering. Bahan makanan yang paling sering dibuat menjadi berbagai Mendoan adalah tempe dan tahu.
- Tahu Gecot (Tahu Kupat)


Tahu gecot adalah kuliner khas Banyumas yang memiliki singkatan dari gagean kencot atau dalam bahasa Indonesia yaitu “cepat sudah lapar”. Tahu gecot ini lebih dikenal dengan sebutan tahu kupat. Kuliner ini memiliki penggemar yang cukup merata di wilayah Kabupaten Purbalingga, Cilacap, Bayumas, dan Banjarnegara. Yang terlihat sedikit berbeda, adalah kupat tahu yang biasanya dijumpai di daerah Brebes, Tegal dan Banyumas. Di daerah tersebut, kamu dapat menjumpai kupat tahu dengan kuah tanpa bumbu kacang yang super segar. Tahu yang digunakan juga bukan tahu putih akan tetapi tahu kulit atau tahu cina yang digoreng kemudian dipotong-potong. (F24)*


