Jumat, Juni 25, 2021

MEMBELAH RASA

Oleh : Edi Maryono

Gerimis diawal senja
Menyambang rumah sakit yang sesak derita
Paru dan jantung digigit pandemi
Empat belas hari issolasi, satu bulan rawat inap

Meradang luka nanar
Sakit diatas sakit
Cemas dengan apa yang terjadi
Pasrah menyerah pada Robi
Dengan berharap diberi keajaiban

Membelah rasa
Antara keinginan dan taqdir
Antara hidup dan mati
Tuhan masih memberi kehidupan

Syukur nikmat kupanjatkan
Covid meninggalkan noda dan banyak pembelajaran
Hidup perlu menjaga kesehatan
Tanpa imun sebuah keniscayaan

Purwokerto Kidul, Kamis 24 Juni 2021

**

Edi Maryono, M.M.

Penyair lahir di Purwokerto Kidul, 6 Desember 1958.

Puisi puisi dan Geguritan geguritannya dimuat diberbagai media surat kabar dan majalah seperti : Swadesi, Bahari, Flamboyan, Satelit Pos, MOP, Penyebar Semangat, ANCAS, Suara Nahdiyin dan lain lain.

Buku yang telah terbit yaitu : Lumbung Geguritan Sega Indonesia 2019. Antologi Puisi Bunga Bunga Rindu 2020.  Duka Ditelan Senja 2020.

Selain mencintai dunia tulis, juga mencintai dunia seni.

Pernah menjadi Ketua II PEPADI Banyumas (2008 – 2011).

Kiprahnya tak hanya didunia seni dan budaya, juga terjun kedunia politik dan Ormas.Diantaranya pernah menjadi Sekjen LSM Kamandaka Purwokerto, Ketua PAC PKB Purwokerto Selatan (1995 – 2019) dan Sekretaris II DPC PKB Banyumas (2013).

Penyair, seniman  dan politisi ini, saat ini tinggal di Jalan Pejagalan No.418. RT.03-RW.IV Purwokerto Kidul, Banyumas,  Jawa Tengah.

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!