fokusbanyumas.id, Banyumas – Pusat Pemerintahan Kabupaten Banyumas, dipindah dari Banyumas ke Purwokerto pada tanggal 7 Januari 1937 atau 85 tahun silam. Pendopo Si Panji sebagai simbul pusat pemerintahan sekarang menjadi salah satu benda pusaka bagi warga Banyumas dan menjadi cagar budaya.
Hal itu mengingat sejarah dan keberadaanya diyakini bukan hanya sekadar bangunan biasa namun juga mempunyai nilai mistis tersendiri. Pendopo tersebut sebelumnya merupakan pendopo Kabupaten Banyumas yang semula berada di daerah Banyumas yang saat ini menjadi Kecamatan Banyumas. Jaraknya sekitar 16,4 kilometer arah ke Tenggara dari lokasinya yang sekarang di Purwokerto.
Salah satu nilai sejarah penting Pendopo Si Panji adalah terkait dengan pemindahan pendopo tersebut dari kota lama Banyumas ke Purwokerto yang terjadi pada tahun 1935. Pembangunan memakan waktu kurang lebih 2 tahun, baru pada tanggal 7 Januari 1937 secara keseluruhan pusat pemerintahan ikut dipindahkan.
Pendopo Si Panji adalah salah satu peninggalan bersejarah dan dihormati oleh masyarakat Banyumas. Hal itu karena salah satu pilar (saka guru) dari pendopo ini dinamai Si Panji, merupakan wujud perlambang kekuatan.
Menurut cerita Pendopo Si Panji dibangun oleh Adipati Yudonegoro II yang merupakan Bupati Banyumas ke-7. Awal mula pemindahan Pendopo Si Panji adalah berkaitan dengan adanya kepercayaan di wilayah Banyumas dimana sering terjadi banjir karena kondisi geografisnya yang berdekatan dengan Sungai Serayu. Setiap musim penghujan tiba dan Sungai Serayu meluap, airnya meluap maka di Banyumas terjadi banjir. Bahkan pernah terjadi Banjir paling besar pada 21 sampai 23 Februari 1861 hingga ketinggian 3,5 meter.
Karena alasan itulah Ibukota Kabupaten Banyumas diputuskan dipindah dan mencari tempat yang lebih tinggi dari permukaan Sungai Serayu.
Prosesi boyongan pemerintahan terjadi pada masa pemerintahan Bupati KPAA Sudjiman Mertadiredja Gandasoebrata.
Konon cerita proses boyongan Saka Sipanji memerlukan perjuangan, bukan hanya sekedar angkut ataupun pindah begitu saja. Karena salar satu Saka Guru Si Panji tidak boleh dibawa dengan menyeberangi Sungai Serayu. Sehingga harus dibawa memutar menghindari sumber mata air utama Mata Air di wilayah Pegunungan Dieng.
Yang menjadi Saka Guru Sipanji adalah saka utama yang berada di Barat Daya Bangunan Pendopo Sipanji. | Parsito | (F12)*
