Senin, Januari 31, 2022
BerandaGaya HidupKesehatanLuhut : Kasus Positif Omicron Lebih Dari 1000, Jangan ke Luar...

Luhut : Kasus Positif Omicron Lebih Dari 1000, Jangan ke Luar Negeri Dulu

fokusbanyumas.id, Nasional – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menyampaikan hingga saat ini kasus positif virus Omicron terus bertambah dan mayoritas kasus atau yang terinfeksi virus ini berasal dari luar negeri.

Mengutip kominfo.go.id, Luhut mengatakan kasus positif Covid-19 varian omicron di Indonesia melampaui angka 1000.

“Mengenai omicron itu, saya kira kemarin angkanya udah lebih 1.000 dan tadi saya baru dapat laporan lagi bahwa banyak yang datang dari luar negeri. Ada tadi satu kelompok, satu kloter itu 44 persen itu kena Omicron atau Covid,” kata  Luhut , Rabu (19/01/2022).

Melihat kondisi itu, Luhut meminta sekaligus mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak berpergian keluar negeri terlebih dahulu, disamping tetap membatasi aktivitas di luar rumah. Ini semua sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo mengenai langkah dan upaya pemerintah Indonesia menghadapi virus omicron atau Pandemi Covid-19.

“Jadi saya ingin imbau lagi  apa yang disampaikan presiden, upaya jangan keluar negeri dulu kalau tidak penting amat selama 3 minggu ke depan ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut Menko Marves, kasus positif karena Varian Omicron di mancanegara terus bertambah dan semakin tinggi. Bahkan, kasus-kasus omicron yang terkonfirmasi di Indonesia belakangan ini sebagian besar dari luar negeri. “Sampai sekarang ini Omicron yang terbanyak di Indonesia dari luar. Saya ulangi sampai kemarin itu omicron terbanyak itu dari luar nengeri,” ungkapnya menegaskan.

Lebih lanjut Menko Luhut pun menyampaikan bahwa virus omicron yang saat ini terjadi dan melanda Indonesia adalah musuh setiap orang dan menjadi musuh bersama. Sehingga dibutuhkan kerja sama dan sinergisitas untuk menanggulanginya sehingga Indonesia bisa keluar dari pandemi.

“Omicron adalah musuh bersama, jadi jangan ada mempersoalkan ini (soal jabatan dan pangkat), nggak ada disini. Jadi kita harus kompak melihat ini, ini ada musuh bersama,” jelasnya.

Terakhir, dia meminta agar masyarakat mematuhi semua arahan dari pemerintah. “Kalau Anda masih pengen hidup. Kalau mau masih hidup (silakan ikuti), kalau enggak mau hidup ya silakan langgar,” tandasnya.

Sisi Lain

Berita Populer

error: Konten ini tidak bisa di copy !!
×

Powered by WhatsApp Chat

× Hubungi kami disini