fokusbanyumas.id, Kesehatan – Covid-19 varian Omicron masih melanda sejumlah negara di dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Para ahli sudah mempublikasikan beberapa fakta baru terkait dengan Omicron.
Omicron diketahui menyebabkan kenaikan kasus yang lebih tinggi dibandingkan varian Delta dikarenakan lebih mudah menular dan dapat menular pada orang yang pernah terinfeksi sebelumnya.
Melansir dari laman covid19.go.id, masa inkubasi atau munculnya gejala sejak pertama kali terpapar virus Omicron cenderung lebih cepat daripada varian lain. Lalu, gejalanya tidak spesifik namun disinyalir lebih ringan.
Berikut ini 8 fakta ilmiah terkini terkait varian Omicron yang telah dipublikasikan oleh para ahli:
- Omicron sebabkan kenaikan kasus yang lebiih tinggi dibandingkan varian Delta karena mudah menular.
- Masa inkubasi atau munculnya gejala sejak pertama kali terpapar virus cenderung lebih cepat daripada varian lain.
- Gejala pada varian ini tidak spesifik, namun cenderung lebih ringan.
- Angka rawat inap rumah sakit lebih rendah
- Dapat menular pada orang yang pernah terinfeksi sebelumnya
- Masih dapat terdeteksi dengan RT-PCR maupun Antigen
- Vaksin masih berperan dalam usaha mencegah keparahan gejala dan kematian, namun berkurang efektifitasnya.
- Obat yang digunakan untuk varian sebelumnya masih efektif
Dengan berbagai fakta baru ini, disiplin protokol kesehatan dan segerakan vaksinasi tetap jadi upaya utama untuk menghentikan penyebaran Omicron.
