fokusbanyumas.id, Banyumas – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto melaksanakan pembinaan kemandirian bidang ketrampilan las listrik, Senin (21/6/2021).
Melansir dari laman resmi rri.co.id, sebanyak dua puluh Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Purwokerto mengikuti pembinaan kemandirian berupa pelatihan keterampilan las listrik. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Lapas Kelas II A Purwokerto dengan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (DinakerkopUKM) Kabupaten Banyumas.
Kepala Lapas Kelas II A Purwokerto Sugito menjelaskan pembinaan akan berlangsung selama 12 hari, yakni dari hari Senin 21 Juni hingga Sabtu 3 Juli 2021 mendatang.
“Harapannya dengan program ini para warga binaan akan mendapatkan bekal keahlian khususnya untuk mengelas. Sehingga setelah mereka bebas dari lapas mereka bisa hidup mandiri,” katanya.
Tidak semua warga binaan di Lapas Kelas II A Purwokerto mengikuti pelatihan tersebut, menurut Sugito hal itu dikarenakan pelatihan yang diikuti haruslah sesuai dengan minat warga binaan.
Karena pelatihan bersifat pembelajaran, jika warga binaan mengikuti dengan adanya paksaan dinilai tidak akan memberi hasil yang maksimal.
“Kami ada yang namanya tim pengamat pemasyarakatan. Jadi untuk menentukan peserta program pembinaan harus melalui sidang tim pengamat. Kriteria-kriterianya yang paling utama yaitu harus didasari karena faktor minat,” ungkapnya.
Ada berbagai bentuk kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh pihak lapas. Namun untuk saat ini partisipasi dari pihak ketiga masih sangat sedikit. Untuk itu Sugito berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk ikut membantu kegiatan pembinaan tersebut.
“Misalnya melalui Balai Latihan Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan juga terkait pemasaran hasil produksi yang dihasilkan lapas yang notabene para pekerjanya adalah warga binaan yang sudah kami latih. Itu banyak menghasilkan produk dengan nilai ekonomis,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Instruktur Las UPTD BLK DinakerkopUKM Banyumas Yayan Hernanto mengapresiasi kegiatan tersebut. Dirinya menilai pelatihan itu dapat memberikan keahlian bagi warga binaan sehingga ke depan dapat mandiri secara ekonomi.
“Setelah keluar dari sini mereka punya keahlian sehingga punya penghasilan, terutama untuk dirinya sendiri atau syukur-syukur bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Yayan juga berharap agar sinergi dan kerjasama semacam ini dapat rutin dilakukan setiap tahunnya.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti pelatihan las listrik, Herlambang Hari Wibowo mengucapkan terimakasihnya atas pelatihan yang diberikan. Menurutnya dia dan warga binaan lainnya merasa beruntung bisa mendapatkan pembekalan keterampilan las listrik.
Herlambang mengaku memang memiliki minat di bidang las listrik. Karena sebelumnya telah memiliki dasar di bidang otomotif, pelatihan yang diberikan diharapkan dapat menambah ilmu dan keterampilan yang dimiliki.
“Karena mendapat keterampilan mengelas itu tidak mudah. Jadi nanti di luar sana kami bisa menggunakan keterampilan mengelas ini untuk mencari nafkah,” katanya. (F12)*


