fokusbanyumas.id, Banyumas – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Banyumas menggelar acara buka bersama setelah secara bersama-sama membacakan pernyataan sikap di lapangan Makoti, Minggu (2/5/2021).
Buka bersama yang diadakan kali ini mengundang seluruh Ketua PAC berikut Dan Unit Koti, Pengurus Koti Mahatidana, Koordinator Alumni Diklat Koti beserta para Danton, Provost Koti beserta anggota, Intel Koti beserta anggota serta Kopasma beserta anggota.
“Momen buka bersama kali ini sekaligus saya jadikan ajang silaturahmi bagi alumni diklat Windujaya, momen mengumpulkan ‘balung pisah’, akibat sudah cukup lama kita terkendala untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama akibat pandemi,” kata Yudo F. Sudiro kepada fokusbanyumas.id
Selain sebagai ajang silaturahmi alumni diklat Windujaya, acara bukber yang dihadiri hampir seluruh undangan itu dimulai dengan gelar pasukan dan pernyataan sikap dari MPC PP Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas.

Dipimpin oleh Ketua MPC PP Kabupaten Banyumas, Yudo F. Sudiro, seluruh anggota yang hadir sangat antusia menirukan 3 butir pernyataan sikap yang dibacakan langsung oleh bung Iteng (panggilan akrab Ketua MPC, red).
“PERNYATAAN SIKAP”
KAMI MPC Kabupaten Banyumas beserta seluruh anggota/kader Pemuda Pancasila, KOTI Mahatidana, KOPASMA dan Alumni KOTI Windujaya. Meminta kepada Pemerintah RI melalui Bapak Presiden Ir. Joko Widodo:
- Pelajaran Pancasila, Bahasa Indonesia dan Sejarah Perjuangan Bangsa agar dijadikan kembali mata pelajaran wajib bagi seluruh tingkatan anak didik dari SD sampai Mahasiswa.
- Pengibaran bendera Sang Merah Putih dan upacara penghormatan bendera dihidupkan kembali di sekolah.
- Mendukung TNI dan Polri dalam penegakan hukum terhadap gerakan terorisme dan yang akan merubah Dasar Negara Pancasila (kelompok Papua Merdeka atau sejenisnya).
Saat ditemui di Makoti, Ketua PAC Purwokerto Timur, bung Agam Soedijono berharap pernyataan sikap dari MPC PP Kabupaten Banyumas yang ditujukan kepada pemerintah melalui Presiden RI Joko Widodo bisa direalisasikan.
“Pernyataan sikap ini merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap semakin lunturnya pemahaman masyarakat akan nilai-nilai luhur Pancasila. Pancasila adalah final perjuangan, semangat ini penting untuk terus dibangkitkan,” tegas Agam. (F12)


