Rabu, Juni 23, 2021
BerandaGaya HidupKesehatanAhli Molekular Biologi Minta Hentikan Penggunaan GeNose

Ahli Molekular Biologi Minta Hentikan Penggunaan GeNose

fokusbanyums.id, Kesehatan – Pemerintah diimbau untuk menghentikan sementara penggunaan alat tes Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNoSe. Pernyataan ini diungkapkan oleh Ahli biologi molekuler Ahmad Utomo.

Seperti yang diketahui, sejak 1 April 2021, GeNoSe bisa menjadi syarat perjalanan di semua moda transportasi, selain antigen dan PCR. Penggunaan GeNose berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut Ahmad, pemerintah harus menghentikan mencegah penularan virus corona menggunakan GeNose sebelum pengembang alat tersebut mengumumkan hasil uji klinis dan bukti validasi dari minimal tiga universitas di Indonesia.

“Mohon sangat, stop penggunaan Genose untuk verifikasi perjalanan kembalikan ke tes standar baku, kecuali sudah ada bukti validasi Genose dari minimal tiga kampus merdeka,” kata Ahmad dikutip dari akun media sosial miliknya, Selasa (22/6).

 Cuitan Ahmad lantas mendapat respons dari banyak pengguna Twitter. Menurut warganet, memang banyak orang tidak bertanggungjawab memanfaatkan ‘kelemahan’ Genose untuk dapat bepergian tanpa melakukan tes swab antigen.

Sebagai gantinya, Utomo menyebut screening perjalanan bisa menggunakan alat baku yang telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu tes PCR dan antigen.

Ia menegaskan, rekomendasi penghentian GeNoSe itu didasarkan atas hasil validasi eksternal yang belum keluar, bukan karena akurasi.

“Karena harus diakui, apa pun tesnya, bahkan PCR pun bisa meleset, karena banyak faktor juga,” ujar Ahmad Utomo.

“GeNoSe boleh dipakai, Indonesia boleh berbeda dari negara lain, tapi tunjukkan dong hasil validasi ekstenal. Kalau memang kampus kita dipercaya dan benar-benar merdeka dan hasilnya bagus, ya pakai,” lanjut dia.

Berbeda dengan alat deteksi Covid-19 lainnya, GeNose menggunakan embusan napas untuk penentuan infeksi Covid-19 atau tidak. Hasil pemeriksaan alat yang menggunakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) itu diklaim bisa selesai dalam waktu sekitar 80 detik.

GeNose bekerja dengan mendeteksi pola senyawa VoC atau Volatile Organic Compound dalam embusan napas manusia. Pola VoC orang sakit dan orang sehat akan berbeda.

Alat yang dilengkapi dengan 10 sensor utama ini, mampu mengukur perbedaan kadar VoC itu secara lebih sensitif. Untuk menggunakan GeNose, seseorang akan diminta untuk mengembuskan napas ke tabung khusus.

Sensor-sensor dalam tabung kemudian mendeteksi VoC. Data yang diperoleh dari embusan napas, diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil. (F13)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Sisi Lain

Most Popular

Recent Comments

error: Konten ini tidak bisa di copy !!