ANGIN puting beliung, berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan khususnya kawasan Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya. Karena itu, analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendi Krisnawan, mengingatkan seluruh warga di daerah-daerah tersebut untuk lebih waspada.
“Suhu permukaan laut masih hangat, secara umum mengakibatkan penguapan untuk wilayah Indonesia terutama di wilayah Jawa itu cukup banyak. Sehingga terbentuknya awan yang menyebabkan hujan, itu cukup besar,” katanya, beberapa waktu lalu.
Faktor berikutnya, kata dia, ada daerah pertemuan angin atau daerah konvergensi di atas wilayah Jawa, sehingga proses pembentukan awan di daerah tersebut juga cukup tinggi.
Daerah pertemuan angin, merupakan pumpunan massa udara yang mengakibatkan pertumbuhan awan-awan hujan.
Sementara untuk fenomena global seperti MJO (Madden Julian Oscillation) maupun gelombang Rossby, saat ini tidak aktif untuk wilayah Indonesia.
“La Nina masih bertahan sampai awal tahun 2021 nanti,” katanya.
Dia memrakirakan, kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan tidak seekstrem akhir bulan Oktober lalu yang dipengaruhi sejumlah fenomena global, termasuk La Nina moderat yang akibatkan peningkatan curah hujan.
Rendi mengimbau masyarakat khususnya di wilayah Jateng bagian selatan, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan lebat disertai angin kencang atau puting beliung dan petir.
“Sekarang hujannya cenderung akibat penguapan, tapi perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya angin puting beliung. Kecenderungannya pagi hari terlihat cerah dan sore harinya terbentuk awan-awan hujan, termasuk awan Cumulonimbus yang bisa mengakibatkan terjadinya angin puting beliung,” katanya.
Penulis : Umar W
